Sarankan Tiru Risma, Mardani: Tanpa Kabar dalam Sepekan, Berarti Jokowi Omdo

Mardani Ali Sera

FAJAR.CO.ID -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, mempersilakan Presiden Joko Widodo merombak kabinetnya ataupun merampingkan kementerian.

Namun, ketua DPP PKS itu memastikan partainya tetap akan menjadi oposan guna mengawasi jalannya pemerintahan dan memastikan pemenuhan atas hak-hak rakyat.

"Kami tunggu Pak Jokowi. Mau reshuffle monggo, mau kecilin (jumlah kementerian, red) monggo, kami serahkan ke Jokowi. PKS tetap oposisi dan kami akan awasi biar publik mendapatkan haknya," kata Mardani saat diskusi virtual bertema Menanti Perombakan Kabinet yang disiarkan salah satu stasiun radio swasta, Sabtu (4/7).

Legislator PKS itu memberikan waktu satu minggu kepada Jokowi untuk melakukan langkah-langkah konkret setelah Presiden Ketujuh RI itu mengungkapkan kejengkelannya tentang kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM).

"Saya tidak mau suuzon, tetapi kalau seminggu ini tidak ada kabar (berarti) omdo, omong doang," ungkapnya. Selain itu, Mardani juga mewanti-wanti Jokowi tidak mempercayai survei dalam melakukan reshuffle. "Kalau soal nama, kementerian, Pak Jokowi jangan percaya survei," ujarnya.

Mardani beralasan, berbagai lembaga bisa saja mengeluarkan survei dan hasilnya pun beragam. Karena itu, tokoh pengusung tagar #2019GantiPresiden itu menyarankan agar hasil survei sekadar dijadikan sebagai masukan. "Jadi jangan percaya survei. Itu masukan saja," ungkapnya.

Mardani mengeaskan, para menteri seharusnya memiliki dua hal, yakni komitmen dan kompetensi. Dia menegaskan, Jokowi juga harus mengubah pola komunikasi dengan menteri-menterinya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...