Sebelum Gugur, Pelda Rama Mahyudi Sempat Lepas Rindu dengan Istri dan 3 Anaknya


Santunan internasional kemungkinan besar juga akan mendapatkan santunan dari PBB sebesar 75 ribu Dollar AS karena gugur saat bertugas di lembaga internasional tersebut.

Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang mengatakan hal itu saat jumpa pers, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat. Namun demikian, saat ini proses investigasi masih dilaksanakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna mencari tahu pihak yang bersalah atas insiden ini.

“Apabila bukan salah yang bersangkutan (Serma Rama), maka akan mendapatkan (santunan) USD 75 ribu seperti yang pernah diterima rekan-rekan kontingen beberapa negara,” kata Victor.

Proses investigasi masih terus berjalan. Hasilnya kemudian akan dinaikkan ke tahap “board of inquiry” dan akan diputuskan pihak yang bersalah dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi mengatakan, negara juga akan memberikan santunan kepada ahli waris seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit TNI.

Dalam Pasal 74 huruf b disebutkan ahli waris akan mendapat 12 bulan gaji dari prajurit yang gugur dan tewas dalam melaksanakan tugas. “Ada di PP 39 2010 tentang administrasi prajurit, termasuk ada yang baru bisa ditanya ke Kemhan kaitannya ASABRI,” kata Sisriadi.

Sebelum diberitakan, pemakaman Pembantu Letnan Dua Anumerta Rama Wahyudi yang gugur di Kongo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (3/7) siang, dengan ditandai tembakan salvo.(Ant/fri/jpnn)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...