Tim Arkeolog Temukan Batu Kuno Diduga Tempat Penancapan Panji Kerajaan Majapahit

Tim ekskavasi BPCB Jatim menemukan batu kuno saat proses pra ekskavasi di Situs Kumitir, Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (Shalihin/Radar Mojokerto)

FAJAR.CO.ID,JATIM– Pelaksanaan pra ekskavasi Situs Kumitir selama tiga hari di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (2/7) perlahan membuahkan hasil.

Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) menemukan temuan baru. Yakni, berupa batu kuno berbentuk lonjong diduga tempat penancapan bendera di era Kerajaan Majapahit.

Benda purbakala itu ditemukan saat para pekerja menggali titik lubang di talud sisi barat. Tepatnya, di atas talud dengan posisi terguling. Batu ini tingginya mencapai 28 cm, lebar tapak bawah 17 cm, lebar tapak atas 13 cm, dan lubangnya berdiameter 6,5 cm.

”Perkiraan kami, batu ini merupakan tempat untuk menancap tiang bendera umbul-umbul atau janur kuning yang biasanya dipasang di depan Situs Kumitir ini,” ungkap Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho.

Dugaan itu memperkuat hepotesis yang ada. Bahwa situs tersebut menghadap ke arah barat. Di sisi lain, penemuan baru ini tidak ditemukan di tempat lain. Seperti di dinding talud maupun di area situs tersebut. Apalagi, segi bentuknya menyerupai fondasi penancapan bendera.

Selain itu, juga tidak mengarah pada jenis umpak. ”Tiang bangunan juga biasanya tidak ditancapkan ke dalam umpak,” imbuhnya. Pada masa Kerajaan Majapahit, lanjut Wicaksono, ada sebuah tradisi memasang panji-panji Majapahit pada acara-acara ritual keagamaan tertentu.

Komentar

Loading...