Wacana OJK Dibubarkan, Begini Respons BKF Kemenkeu

Ilustrasi OJK (DOK/JPC)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Muncul wacana pembubaran lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga itu diwacanakan dikembalikan fungsinya ke Bank Indonesia (BI).

Hal itu pula disinyalir buntut pidato Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas dengan sejumlah menterinya pada 18 Juni 2020 lalu yang menyinggung soal lambatnya serapan belanja baik kementerian maupun lembaga dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19.

Sebelumnya pula, usulan OJK dibubarkan ini dicetuskan oleh Komisi XI DPR RI yang bermula dari mencuatnya kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kalangan Senayan itu menilai kinerja otoritas perbankan itu lemah. Alhasil, DPR RI ingin fungsi pengawasan perbankan kembali pada Bank Indonesia (BI).

Soal wacana itu, kata Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta, Prof. Dr. Faisal Santiago yang dikutip dari Gatra.com, tidak menutup kemungkinan lembaga yang bisa saja dibubarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, itu adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal itu diungkapkan Faisal dalam webinar bertajuk "Menyoal Kinerja OJK" yang digelar Universitas Borobudur Jakarta, Kamis (2/7). Menurutnya, pidato Presiden beberapa waktu lalu yang membuat sejagat ini tercengang, "Adalah kita bubarkan lembaga-lembaga yang tidak?," kata Faisal . Dia menambahkan, yang tidak itu dalam tanda kutip, bisa saja OJK yang merupakan salah satu lembaga negara yang harus dibubarkan mengingat kinerja lembaga ini juga sangat buruk. "Itu jelas statement-nya Pak Presiden kalau kita berandai-andai ya. Yang bisa membaca Indera keenamnya Pak Jokowi, mungkin salah satu yang disebut-sebut itu OJK," katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...