Heboh Firli Gunakan Helikopter Mewah, Langkah Konkret Dewas Dinanti Publik

Aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana saat berkunjung ke kantor KPK, di Jakarta, Kamis (10/1). (Intan Piliang/Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang salah satunya menjerat Bupati Kutai Timur, Ismunandar.

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, hal itu tak menyurutkan penyelidikan dugaan etik Ketua KPK Firli Bahuri.

Pasalnya, Dewan Pengawas KPK tengah menelusuri adanya dugaan etik penggunaan helikopter mewah milik swasta yang digunakan Firli Bahuri, saat melakukan perjalan pribadi.

“Publik juga masih menunggu langkah konkret dari Dewan Pengawas terkait dugaan pelanggaran kode etik Komjen Firli Bahuri selaku Ketua KPK. Karena menunjukkan gaya hidup hedonisme dengan mengendarai helikopter mewah beberapa waktu lalu,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Minggu (5/7/2020).

Kurnia menuturkan, tim penindakan KPK juga mesti didorong untuk berani menyelidiki potensi pelanggaran pidana yang dilakukan oleh Komjen Firli Bahuri, atas dugaan penerimaan gratifikasi pada saat mengendarai helikopter mewah.

Selain itu, Kurnia pun mempertanyakan kinerja KPK era Filri Bahuri terkait dua tangkap tangan KPK sebelumnya, yang justru menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Seperti OTT yang melibatkan kader PDI Perjuangan, Harun Masiku.

Kurnia memandang, tangkap tangan KPK yang melibatkan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Karena hingga saat ini, KPK belum juga menangkap Harun Masiku yang telah menjadi buronan hingga lebih dari empat bulan lamanya.

Komentar

Loading...