Heboh Kabar Djoko Tjandra Bebas Bolak-balik Indonesia, Didik: Potret Buruk Penegakan Hukum

Djoko Tjandra

FAJAR.CO.ID -- Terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra, dikabarkan sudah tiga bulan berada di Indonesia. Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto, menilai, perburuan terhadap Djoko merupakan potret buruk penegakan hukum di Indonesia.

Namun, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan bahwa datanya tidak ada di sistem pelintasan Imigrasi.

Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat ini mengatakan, dengan alasan apa pun, mestinya Kemenkum HAM harus segera menyadari, mengevaluasi dan menyempurnakan bangunan sistem keimigrasian baik yang berbasis sumber daya manusia dan perangkat teknologinya.

"Termasuk melakukan audit teknologi, agar tidak dimanipulasi. Jangan sampai ada anggapan bahwa sistem IT yang dibangun Kemenkum HAM di Imigrasi untuk melindungi penjahat dan kejatahan," sebut politikus asal Jawa Timur ini.

Didik menambahkan, kabar yang menyebut Djoko Tjandra sudah tiga bulan berada di Indonesia juga menjadi potret yang sangat buruk terkait dengan sinergi dan daya dukung Kemenkum HAM kepada penegak hukum Kejaksaan dalam memberantas kejahatan terhadap negara.

Selain itu, kejadian ini juga seharusnya menggugah political will pemimpin bangsa ini, Presiden Joko Widodo, hingga aparat penegak hukum.

"Logikanya kalau Djoko Tjandra bisa masuk ke Indonesia, apabila ada political will dari pemimpin kita dan ada kesungguhan dari kepolisian untuk memburu Djoko Tjandra, jejaknya tidak akan hilang dan mudah ditelusuri. Apalagi saya dengar pengacara Djoko Tjandra mengaku pernah ketemu di Indonesia," jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...