Industri Game Lokal Indonesia Segera Tembus Pangsa Pasar Eropa

Minggu, 5 Juli 2020 10:44

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) siap memfasilitasi kepada para pelaku industri dan pengembang game lokal untuk ikut dalam sub-event internasional dari Gamescom 2020 yakni Devcom Digital Conference 2020.

Gamescom merupakan pameran game terbesar di Eropa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pandemi COVID-19 membuat acara game yang bersifat Business to Business (B2B) serta Business to Consumer (B2C) ini harus menghentikan kegiatan offline-nya di tahun 2020 dan mengubah format menjadi online yang siap digelar mulai pertengahan Juli 2020.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf Yuana Rochma Astuti, mengatakan pihaknya memprioritaskan agar game-game produksi Indonesia dapat tampil di ajang internasional.

“Kami berharap bisa memberikan dukungan penuh kepada pengembang game lokal kita sehingga dapat bersaing di pasar global,” tutur Yuana dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/7/2020).

Bentuk fasilitasi yang diberikan Kemenparekraf/Baparekraf untuk para perusahaan yang terpilih adalah akses penuh menuju Devcom Digital Conference 2020.

“Dengan akses penuh ini, para peserta bisa mengikuti semua kelas konferensi yang ada, mengikuti B2B matchmaking online untuk mencari partner dan investor global, serta memamerkan karya-nya masing-masing dalam virtual booth yang dimiliki Indonesia,” kata Yuana Rochma Astuti.

Yuana menambahkan, peserta juga akan mendapatkan akses untuk mengikuti MeetToMatch – The Online Cologne Edition, yang akan memperkuat peluang menjalin transaksi bisnis dari perusahaan global.

“Perubahan format penyelenggaraan Gamescom secara digital saat ini dapat mengoptimalkan jumlah industri yang akan kami fasilitasi mengingat biaya yang dibutuhkan lebih efisien. Investasi ini cukup strategis karena subsektor permainan (games) merupakan subsektor yang memberikan RoI (Return of Investment) yang cukup tinggi,” urainya.

Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia, Cipto Adiguno, menambahkan, meskipun pasar industri game di Indonesia adalah salah satu yang terbesar, karakteristik pasarnya masih sangat sulit untuk bisa ditembus oleh pemain baru.

“Bagi para pelaku industri lokal yang relatif kecil, kesempatan bisnis terbesar malah berada di luar negeri. Meski demikian, akses ke pasar tersebut lebih sulit daripada membidik target pasar sendiri, baik dari posisi geografis maupun pemahaman lokal untuk menentukan strategi sukses terbaik,” ungkap Cipto Adiguno. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
3
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar