Langgar Protokol Kesehatan, Siap-siap Bersihkan Selokan


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kini mempertimbangkan sanksi sosial bagi pelanggar protokol kesehatan di Kota Makassar.

Asisten I Pemkot Makassar, M Sabri menilai, sanksi sosial bisa menjadi opsi baru dalam menertibkan masyarakat. Setelah sebelumnya telah dilakukan berbagi cara termasuk menyita kursi dan penyemprotan air pewarna.

“Apakah ia dipekerjakan sosial terhadap tempat-tempat umum yang telah ditelik oleh pemerintah. Yang kedua, 3 kali melakukan kesalahan yang sama tidak ada UU untuk mencabut KTP mereka,” ujarnya, Sabtu (4/7/2020).

Beragam sanksi sosial pun kini dipersiapkan jika memang hal ini akan diterapkan, seperti pelanggar bakal menjadi cleaning service. Mereka nantinya akan membersihkan fasilitas umum yang ada di Kota Makassar.

“Yang ada adalah kewenangan pemerintah untuk melakukan sanksi sosial nanti disuruh kerja bakti, kerja selokan, bersihkan kantor. Atau bahkan nanti disimpan di gugus tugas di sini menjadi cleaning service,” ucap Sabri.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengaku mendukung program tersebut. Apa yang disampaikan Sabri, kata dia, tujuannya ingin membuat masyakarat bisa patuh terhadap protokol kesehatan.

“Yah mungkin itu artinya ide-ide, artinya untuk bagaimana supaya masyarakat mau tertib, kan banyak konsep-konsep yang bisa kita pakai, itu salah satu pemikiran beliau,” jelasnya.

Sebelumnya, penerapan sanksi sosial sudah diberlakukan sejumlah daerah. Seperti pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Jakarta.

Komentar

Loading...