Sosok Wakil Jangan Asal Comot, Pengamat: Ini Makassar, Bukan Sidrap

Suasana diskusi Pilkada.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Sejumlah bakal calon untuk Pilwalkot Makassar sudah mengenalkan paketnya ke publik. Meski ada juga yang baru mencari simulasi pasangan.

Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia, Suwadi Idris Amir menegaskan peran wakil dalam meningkatkan elektoral kandidat calon Wali kota Makassar tergolong kecil. Itu berdasar analisis tiga fase survei yang dilakukan. Yang cukup berperan baru Abdul Rahman Bando (ARB) terhadap elektoral Munafri Arifuddin (Appi) di wilayah pesisir dan pulau.

"Sementara calon wakil yang lain cenderung stagnan pengaruhnya terhadap calon wali kotanya,” kata Suwadi. Ia mencontohkan simulasi paket Danny-Fatma, None-Zunnun, dan Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Ical-Fadli) yang cenderung tidak meningkat signifikan dibanding survei tanpa pasangan sebelumnya. Peran wakil baru terlihat tatkala simulasi None-Cicu atau Danny-Cicu.

Dia melihat figur Andi Rahmatika Dewi (Cicu) lebih membantu andaikata jadi kosong dua usungan Nasdem. Begitu juga sosok Rusdin Abdullah (Rudal) untuk usungan kosong dua dari Partai Golkar. "Pertanyaannya, kenapa Nasdem dan Golkar tidak mempersiapkan itu," bebernya.

Pakar politik dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr Luhur Andi Prianto menyampaikan rata rata bakal calon Wali kota Makassar hari ini memilih wakil dengan cara serampangan. Partai-partai yang menyodorkan calon wakil seperti tidak memiliki stok kader untuk di dorong sebagai calon kepala daerah. "Dan kalau salah dalam memilih wakil, juga berbahaya, bisa jadi tidak bisa maju pilkada,” kata Luhur di Café Res_Publica, Pettarani, Makassar, Minggu (5/7/2020).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...