Buntut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19, Badan Kehormatan DPRD Makassar Periksa Hadi Ibrahim

Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Peristiwa pengambilan jenazah yang terkonfirmasi terinfeksi virus Corona di RSUD Daya atas jaminan Anggota DPRD Kota Makassar Andi Hadi Ibrahim beberapa waktu lalu berbuntut panjang.

Kasus yang tengah disidik oleh Polda Sulsel itu kini juga bergulir hingga ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Makassar.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Makassar, Zaenal Beta mengatakan pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan kepada Hadi Ibrahim, Jumat pekan lalu untuk dilakukan periksaan secara internal.

“Kami telah mengundang yang bersangkutan untuk dimintai keterangan dan kesaksiannya. Jika masuk dalam pelanggaran kode etik, tentu kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” kata politisi senior PAN ini, Senin (6/7/2020).

Pemanggilan tersebut guna mengkonfirmasi berita yang viral di media sosial maupun media massa. Apalagi belakangan Dirut RSUD Daya dr Ardin Sani dicopot dari jabatannya.

“Kita sangat peduli dengan kasus yang begitu viral di media ini. Meski disatu sisi masalah kemanusiaan, namun tetap akan diproses untuk ditelusuri apakah betul masuk pelanggaran kode etik atau tidak,” terang Zaenal Beta.

Andi Hadi Ibrahim mengaku siap menghadiri undangan BK yang diagendakan hari ini, Senin (6/7/2020) siang.

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso mengkonfirmasi jenazah pasien yang dibawa pulang keluarga dari RS Daya Makassar, Sabtu, (27/6/2020) merupakan gurunya saat SMA.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar