Eks Direktur RSUD Daya dan Legislator Makassar Bakal Diperiksa Polisi

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Polisi terus mengusut jenazah Covid-19 yang dibawa pergi oleh anggota keluarganya yang menolak pemakaman sesuai protokol.

Bahkan pejabat sekali pun akan dipanggil penyidik Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, karena terlibat dalam peristiwa yang terjadi di RSUD Daya, pada Sabtu, (27/6/2020) lalu.

Di antaranya mantan Direktur RSUD Daya, Ardin Sani yang kini telah dinonaktifkan dan anggota DPRD Kota Makassar fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Andi Hadi Ibrahim Baso.

“Kita akan melakukan pemeriksaan hari Kamis terhadap mantan Direktur RSUD Daya. Ada juga beberapa perawat yang kita akan periksa dan istri almarhum. Lalu kami analisa kasusnya,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul, Senin (6/8/2020).

“Minggu depan juga, rencana kita akan periksa oknum anggota DPRD Kota Makassar yang diduga menjamin jenazah itu,” sambung perwira satu bunga ini.

Ardin Sani dinonaktifkan oleh Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin karena dianggap melepaskan jenazah positif Covid-19, hingga Rudy menjadi geram.

Rudy menganggap pembiaran di rumah sakit milik Pemkot Makassar itu sangat berbahaya, dan bisa menyebarkan virus Covid-19 dari jenazah yang dibawa pergi oleh keluarganya usai mendapat jaminan dari legislator itu, Andi Hadi Ibrahim Baso.

Andi Hadi pun akan diperiksa polisi soal surat penjaminan yang ia lakukan terhadap jenazah positif di rumah sakit tersebut.

Komentar

Loading...