Gubernur Anies Dikirimi Karangan Bunga Kekecewaan PPDB, Ferdinand: Kau Bisa Kerja Ngga Sih?

Krangan bunga di depan halaman Balaikota Jakarta. (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kantor Gubernur DKI Jakarta atau Balai Kota, kebanjiran karangan bunga dari orang tua murid yang berisi pesan kekecewaan terkait aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta.

Hingga Senin siang (6/7/2020), setidaknya ada delapan karangan bunga yang berjejer. Salah satu di antaranya berisi pesan yang menuntut agar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mundur.

“Selamat Tinggal Bu Kadisdik DKI Anda Layak Turun” bunyi salah satu pesan karangan bunga yang dikirim dari pihak yang menyatakan sebagai seluruh siswa DKI lulusan 2020.

Baca juga: Fadli Zon Sebut Fahri Hamzah Calon Konglomerat, Ini Usaha yang Digelutinya

Kemudian, beberapa karangan bunga juga menyindir kebijakan PPDB Jakarta jalur zonasi yang memprioritaskan usia tua setelah zonasi. Kebijakan tersebut dinilai lebih kejam dibanding virus corona.

“Selamat Kepada Disdik dan Gubernur DKI Atas Kebijakan PPDB DKI 2020 yang Kekejamannya Lebih Mematikan Daripada Virus Corona,” bunyi pesan salah satu karangan bunga.

Politikus partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut mengomentari karangan bungan yang ditujukan ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan beserta jajarannya di Dinas Pendidikan.

“Membaca karangan bunga ini membuat aku bingung. Mau tertawa tak tega krn warga merasakan sesaknya beban hidup atas kebijakan ini. Mau sedih, rasanya lucu kekejaman yg mematikan ini. Nis, knp sih masalah terus? Rumah 0%, E Formula, Monas, Reklamasi, PPDB. Kau bs kerja ngga sih?” tulisnya di akun Twitter @FerdinandHaean3.

Seperti diketahui, aturan PPDB jalur zonasi dengan ketentuan syarat usia menjadi polemik. Dengan aturan itu anak usia lebih tua punya potensi lebih besar masuk sekolah negeri ketimbang anak usia lebih muda. Sejumlah orang tua siswa menilai aturan tersebut diskriminatif. (msn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...