Imbas Corona, Kegiatan Impor di Pelabuhan Makassar Turun Hingga 16,09 Persen

Aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Poetere.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Di tengah situasi pandemi virus Corona, tentu memberikan dampak ke seluruh sektor industri tak terkecuali kegiatan impor di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel, nilai impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Mei 2020 tercatat mencapai US$ 45,59 Juta. 

Diketahui angka tersebut mengalami penurunan sebesar 20,44 persen bila  dibandingkan nilai impor bulan April 2020 yang mencapai US$ 57,31 juta.

“Sejalan dengan itu, capaian Mei 2020 tercatat mengalami penurunan sebesar 40,42 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 76,53 juta,” demikian kutipan dari data resmi BPS Sulsel pada Senin (6/7/2020).

Sementara itu dari beberapa kelompok komoditas utama yang diimpor pada bulan Mei 2020, gula menjadi salah satu komoditas terbesar yang diimpor dengan presentasi 19,57 persen.

“Tidak hanya gula, ada juga bahan bakar mineral, ampas atau sisa industri makanan, gandum ganduman dan mesin-mesin atau pesawat mekanik dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 19,57 persen, 18,90 persen, 18,24 persen, 14,02 persen dan 7,06 persen,” beber Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah.

Selain itu kegiatan impor pada bulan Mei 2020 didatangkan dari beberapa negara. Yakni Australia, Singapura, Tiongkok, Argentina, dan Ukraina dengan proporsi masing-masing 19,66 persen, 19,55 persen, 17,21 persen, 15,52 persen dan 14,02 persen.

Komentar

Loading...