Keluar-Masuk Makassar Diperketat, Daerah Diminta Siapkan Kajian New Normal

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah saat rapat bersama bupati dan walikota se-Sulsel..jpg

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Kepala daerah se-Sulsel sepakat melakukan pengetatan pergerakan masyarakat. Khususnya keluar dan masuk ke Kota Makassar.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, pandemi coronavirus desease 2019 (covid-19) sulit ditangani karena belum ada vaksin dan obat paten. Sehingga, perlu kolaborasi bersama. Saling bersinergi untuk segera melandaikan kasus.

“Jadi kita datang untuk membuat langkah bersama. Menjaga daerah kita semua,” ungkapnya saat rapat terbatas dengan bupati/wali kota se-Sulsel di Rujab Gubernur, Minggu (5/7/2020).

Kata dia, kondisi perkembangan kasus positif covid-19 yang masif di daerah perlu segera ditangani. Kondisi di Sulsel, diakuinya, apalagi Kota Makassar bukan lagi new normal. Tetapi, seperti kembali ke normal. Ini berbahaya sekali.

“Pemkot Makassar akan membuat kebijakan pembatasan keluar masuk wilayahnya. Ada perwali disiapkan. Ini butuh support daerah. Biayanya gratis, jangan bebani warga,” bebernya.

Akan tetapi, menurutnya, aturan daerah nanti mesti hati-hati agar tidak menghambat ekonomi. Aturan harus dibuat lebih fleksibel dan tetap fokus mencegah penularan.

“Kita juga minta daerah-daerah yang sudah landai menyiapkan kajian new normal. Jangan semua ikut tegang karena banyak daerah sudah bisa persiapan. Makassar tentu belum,” jelasnya.

Saat ini, pusat-pusat keramaian perlu jadi prioritas diperhatikan. Salah satu potensi pusat penularan itu ada di pasar-pasar dan harus segera dikendalikan. Daerah memang perlu dipertegas, jangan sampai ada klaster baru. “Dengan duduk bersama ini kita harap bisa ada hasil. Kita bisa bersama-sama menekan laju penularan,” terangnya.

Komentar

Loading...