Sekjen PDIP: Indonesia Negara Pancasila Bukan Komunis

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan sikap atas tudingan selama ini bahwa partainya berupaya mengubah haluan pancasila. Secara tegas PDI Perjuangan menolak berbagai upaya baik dari ekstrim kiri maupun ekstrim kanan yang mencoba mengganti Pancasila.

Dijelaskan bahwa proses kelahiran Indonesia melalui perjuangan panjang, hingga akhirnya merdeka karena kekuatan sendiri dan berdiri dengan landasan kokoh yang digali melalui pemikiran yang jernih, membumi, dan sekaligus visioner serta terus menggelorakan semangat pembebasan dari segala bentuk penjajahan, khususnya kapitalisme dan imperialisme.

“Terbukti dengan Pancasila, Indonesia bersatu dan manpu menghadapi berbagai ujian sejarah seperti kemampuan memadamkan pemberontakan PKI, DI/TII, Permesta, Pemberontakan RMS dll. Karena itulah adanya falsafah hidup, falsafah dasar, dan juga alat pemersatu seperti Pancasila selalu kita syukuri,” jelas Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima fajar.co.id, Senin (6/7/2020).

Hasto menjelaskan, dengan ideologi yang menjadi pemersatu tersebut maka jelaslah bahwa Pancasila terbukti efektif menjadi dasar dan tujuan kehidupan berbangsa.

“Melalui Pancasila pula kita tegaskan bahwa Indonesia bukan negara sekuler, bukan negara komunis, bukan negara theokrasi, bukan liberal, dan bukan fasisme. Indonesia adalah negara Pancasila, suatu konsepsi negara kebangsaan yang berdiri di atas paham individu atau golongan,” urai Hasto.

Karena itulah dukungan terhadap Pancasila sebagaimana sering disuarakan akhir-akhir ini, termasuk oleh mereka yang sebelumnya memiliki pandangan ideologi berbeda, merupakan dialektika kemajuan yang semakin menunjukkan kebenaran terhadap Pancasila sebagai ideologi negara.

Dengan Pancasila pula kita mampu mengatasi berbagai paham yang anti ketuhanan dan anti kemanusiaan.

“Berbagai bentuk bom bunuh diri sebagaimana terjadi di Kota Surabaya pada tahun 2018 adalah contoh paham yang buta terhadap nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” paparnya.

Terakhir, Hasto menyerukan saatnya kedepankan semangat persaudaraan sebagai satu bangsa yang bertanah air satu, Indonesia. (endra/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar