Usul Presidential Threshold 5%, PKS Ingin Calon Presiden Berkualitas Tanpa ‘Transaksi’ Politik

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– DPR bersama pemerintah saat ini tengah membahas RUU Pemilu. Salah satu topik yg dibahas adalah Presidential Threshold (PT).

Sebagian partai politik (Parpol) tetap ngotot mendukung ambang batas 20 persen. Sementara Fraksi PKS, mengusulkan ambang batas diturunkan menjadi 5% kursi DPR atau 10% suara nasional.

Legislator DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera menyebutkan penerapan angka 20 persen pada pemilu 2019 lalu hanya melahirkan dua pasangan calon presiden. Dampaknya terjadi polarisasi yang berkepanjangan di tengah masyarakat.

Bahkan hingga saat ini masih terjadi perpecahan di tengah masyarakat, terutama di jagat dunia maya. “Aroma perpecahan masih sangat terasa. Tidak sehat untuk bangsa kita ke depan,” tulisnya di akun Twitter miliknya, Senin (6/7/2020).

Baca juga: Ditunding Mainkan Kartu Politik di RUU HIP, Ini Jawaban Tegas Politikus Demokrat

Menurut wakil ketua dewan syuro PKS ini, aturan mengenai PT dalam RUU Pemilu sendiri tercantum pada pasal 187, 192 dan 198. Angka 5% dipilih setidaknya dilatarbelakangi beberapa alasan. Dengan ambang batas pencalonan yang moderat seperti 5%, diharapkan muncul potensi-potensi pemimpin bangsa yang semakin variatif.

“InsyaAllah semakin banyak calon berkualitas yang maju, juga kesempatan bagi setiap partai atau gabungan partai untuk memajukan kader terbaiknya. Diharapkan tidak ada lagi ‘transaksi’ politik satu sama lain karena setiap partai, besar atau kecil, memiliki kesempatan yang sama,” jelasnya.

Komentar

Loading...