Berbuat Terlarang, Perempuan YA Minta Ditangkap Setelah Akad Nikah dan Resepsi


FAJAR.CO.ID, MATARAM — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menangkap seorang perempuan yang diduga berperan sebagai bandar narkoba. YA alias Upik ditangkap polisi menjelang hari pernikahannya.

”Memang sebelumnya dia minta ditangkap setelah akad nikah dan resepsi. Tapi melihat pertimbangan hukum, kami putuskan yang bersangkutan harus ditangkap. Dia ditangkap sebelum hari pernikahannya digelar,” kata Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda NTB Kombespol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf seperti dilansir dari Antara di Mataram.

Penangkapan YA, lanjut Helmi, berdasar hasil pengembangan kasus tiga pengedar narkoba yang ditangkap lebih dulu oleh Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda NTB. Yakni LL, AR, dan YU. Dari ketiga pengedar yang kasusnya kini telah masuk proses penyidikan dan ditetapkan sebagai tersangka, ditemukan alat bukti yang menguatkan peran perempuan asal Karang Bagu, Kota Mataram, tersebut sebagai pemasok sabu-sabu. ”Menurut pengakuan YU saja, kami dapatkan barang bukti satu gram sabu-sabu. Dia beli dari Upik dengan harga Rp 1 juta,” ujar Helmi.

Upik ditangkap petugas kepolisian tanpa barang bukti narkoba. Namun seluruh barang berharga miliknya disita untuk bahan pengembangan kasusnya ke arah tindak pidana pencucian uang (TPPU). ”Untuk kasus narkobanya, kami siapkan pasal 132 Undang-Undang Narkotika. Di situ kan mengatur tentang permufakatan jahat, indikasinya ke arah sana. Untuk penyitaan barang berharga, akan kami arahkan ke TPPU,” terang Helmi.

Komentar

Loading...