Bicara Kotor, Bandar Judi Sabung Ayam Dianggap Hina Institusi Polri

Dirkrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Agung Wirahardjo memegang pecahan botol kaca milik pelaku yang hendak melukai polisi saat kejadian.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Emosi Pong Belo memuncak. Bahkan nyaris melukai polisi. Tak hanya itu, sebuah kalimat kebencian dan kotor terlontar dari mulut pria 30 tahun itu.

Ucapan itu terdengar saat Pong Belo tak terima didatangi anggota Sat Sabhara Polres Toraja Utara (Torut), untuk berhenti bermain judi sabung ayam.

“Saya lawan kau (polisi) sekarang,” teriak Pong Belo dalam rilis yang disebar Polda Sulsel, Selasa (7/7/2020).

“Tai * mu (bahasa kotor warga Sulsel) polisi,” tambah pelaku yang tersulut emosi kala itu.

Ucapan itu berulang-ulang. Hingga dianggap menghina institusi kepolisian RI. Warga Kecamatan Rantepao itu kini ditangkap polisi di rumahnya saat sedang terlelap.

Diketahui, Pong Belo dijemput oleh polisi berpakaian preman, yang menenteng senjata laras panjang.

“Tersangka mengucapkan yang sifatnya menghina institusi. Jadi karena mempertimbangkan beberapa hal, akhirnya kami (Resmob Polda Sulsel) yang back up,” kata Dirkrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Agung Wirahardjo kepada wartawan.

Peristiwa itu terjadi di Desa Tondon Matallo, Kecamatan Tondon, pada Minggu, (5/7/2020) kemarin. Kejadian disaksikan oleh para pemain dan penonton judi sabung ayam.

Aksi pelaku terekam kamera ponsel di lokasi kejadian dan viral di media sosial. Bahkan pelaku nyaris melukai polisi yang ia hadapi, menggunakan pecahan botol kaca yang tajam.

Komentar

Loading...