Buronan Kelas Kakap Buat KTP-el Kilat, Lurah Grogol Selatan Sebut Anita Kolopaking

Buronan kelas kakap Djoko Tjandra bisa sampai memiliki e-KTP Indonesia. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyebut Djoko melakukan perekaman data dan cetak e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan. (Adnan/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Buronan kelas kakap Djoko Tjandra bisa sampai memiliki e-KTP Indonesia. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyebut Djoko melakukan perekaman data dan cetak e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negara (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh‎ mengatakan, dalam database kependudukan Djoko Tjandra tercatat sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Menurut Zudan, sampai saat ini Ditjen Dukcapil dan Dinas Dukcapil Provinsi DKI belum pernah menerima informasi tentang pelepasan kewarganegaraan dari Djoko Tjandra.

“Ditjen Dukcapil membutuhkan informasi dan data dari Kemenkumham terkait kewarganegaraan Joko Soegiarto Tjandra. Apabila terbukti yang bersangkutan sudah menjadi WNA maka KTP elektronik dan Kartu Keluarga WNI akan dibatalkan oleh Dinas Dukcapil DKI,” ujar Zudan kepada wartawan, Selasa (7/7).

Menurut Zudan, sampai saat ini Dukcapil tidak memiliki data tentang data cekal dan buronan. Terlebih tidak menerima pemberitahuan apa-apa mengenai buronan kelas kakap tersebut.

“Kami belum pernah mendapatkan pemberitahuan tentang subyek hukum yang menjadi buronan atau DPO dari pihak yang berwenang. Agar kasus seperti ini dapat dicegah, Ditjen Dukcapil dan Dinas Dukcapil perlu diberi pemberitahuan tentang data orang yang dicekal, DPO/buronan,” katanya.

Karena itu, apabila sudah ada data buronan atau DPO. Maka Dukcapil tetap akan memproses rekam sidik jari dan irish mata serta foto wajah agar data penduduk tersebut masuk ke dalam data base kependudukan. Namun, dengan status buronan tersebut. Maka Dukcapil tidak akan memberikan e-KTP tersebut. Sebelum Djoko Tjandra mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Komentar

Loading...