Carut Marut PPDB 2020, Ini Penekanan Gubernur NA ke Dinas Pendidikan

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah. (Anti/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Hingga saat ini, permasalahan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK masih terus berlanjut. Pasalnya belum lama ini, ratusan orang tua murid mendatangi kantor Dinas Pendidikan Sulsel.

Sebelumnya, diketahui kedatangan ratusan orang tua murid dikarenakan ingin mengajukan protes pelaksanaan PPDB jalur zonasi. Banyak calon siswa yang tidak lolos, meski telah memenuhi syarat terkait jarak sekolah ke rumah.

Melihat aksi tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan, saat ini untuk PPDB 2020, kepala sekolah bukan lagi bertindak sebagai operator.

Melainkan, sepenuhnya berada pada PT Telkom dan penentuan jarak dari rumah ke sekolah melalui aplikasi berbasis Google.

“Untuk zonasi itu penegakannya google. Banyak memang yang tidak bisa karena sistem. Sehingga, dia tidak bisa memenuhi zonasi. Orang yang tinggal di sini, mau sekolah di sana,” ucapnya, Selasa (7/7/2020).

Kendati demikian, mantan Bupati Bantaeng itu menekankan kepada Dinas Pendidikan Sulsel agar tidak ada alasan semua anak-anak harus bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas.

Pasalnya, pendidikan menjadi salah satu hal yang penting dalam menunjang masa depan. “Tapi saya sudah tekankan ke Disdik, bahwa saya tidak mau tahu, tidak ada anak-anak yang putus sekolah, semua harus sekolah,” tegasnya. (anti/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...