Dana Insentif Nakes Belum Cair, Syamsuddin Raga: Saya Khawatir Ada Persekongkolan

Selasa, 7 Juli 2020 17:40

Ilustrasi Tenaga Kesehatan FOTO: ISTIMEWA

Menurutnya, proses pengajuan insentif dan klaim itu melalui Kementerian Kesehatan yang perpanjangan tangannya oleh Dinas Kesehatan Provinsi terjadi perbedaan presepsi terkait pengajuan tersebut.

“Bagi kami tidak ada masalah. Apapun yang pemerintah inginkan kita akan beradaptasi sesuai ketentuan yang ada. Misalnya yang berhak menerima insentif adalah tenaga medis yang melayani langsung, sedangkan yang terjadi di rumah sakit kan tidak begitu. Jadinya yang menerima insentif itu hanya dokter, perawat dan petugas laboratorium. Sedangkan disitu juga ada petugas sanitasi lingkungan, petugas laundry, petugas gizi yang setiap hari masuk ke ruangan yang bervirus itu,” urai dr Mappatoba.

Namun hingga hari ini realisasi dana tersebut belum juga didapatkan. “Kita sudah revisi dan ajukan ke Dinkes. Tapi sampai hari ini belum ada realisasinya,” akunya.

“Tapi pada dasarnya kita tenaga medis tidak melihat insentif, kita kerja saja melayani pasien sebaik-baiknya sesuai dengan kontribusinya,” ungkap Mappatoba.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan, insentif tenaga kesehatan menjadi bagian kewenangan Pemerintah Pusat.

Menurutnya, aturan untuk insentif bagi tenaga medis di semua daerah tidak sama. Ini mengacu regulasi pemerintah. “Nilainya pun bervariasi,” terangnya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
5
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar