Menumbuhkan yang Lebih Sehat


Terpisah, Dosen Teknologi Pangan Sehat dan Pangan Fungsional Universitas Hasanuddin, Nurlaila Abdullah menyampaikan, terbentuknya gaya hidup sehat lewat dorongan efek pandemi virus korona ini lahirnya pengharapan besar ke makanan sehat.

“Jadi selain pangan lokal, sayur-sayur sehat tanpa ada pengaruh pestisida pasti akan mendapat perhatian,”bebernya. Meskipun pengembangannya di desa.

Sehingga, melestarikan yang sehat menjadi bagian gaya hidup baru. Bukan hanya diperkotaan, pedesaan pun harus menyadur perkembangan dan keinginan dalam mempertahankan perasaban satu wilayah.

“Jadi setidaknya membangun dan mempertahankan gaya hidup sehat harus menjadi bagian dari misi individu saat ini,” tuturnya.

Bina Kelompok Tani

Hidroponik Aisyah kini tak berdiri sendiri. Selain mendorong para pemuda desa, Kelompok Wanita Tani (KWT) juga bergerak bersama dengannya.

Pendiri Hidroponik Aisyah, Fausia Ramadani menyampaikan, sayuran konsumsi rumahan dari kelompok-kelompok berkembang di daerahnya sudah mampu menyuplai rumah-rumah di daerahnya. “Adanya proses pembinaan ini, kita sadar akan pemanfaatan lingkungan dengan sehat sudah terbentuk,” katanya.

Bagi Fausia, melestarikan sesuatu tidak mesti dari hal-hal yang susah. Membangun itu, prinsipnya sederhana, jika dilakukan dengan serius maka akan membentuk kebersamaan yang baik. Pola hidroponik ini juga memunculkan sikap peduli dan gotong royong kepada para pemuda.

Ke depan, dia berharap setiap kepala keluarga (KK) bisa membuat hidroponik untuk konsumsi rumahan. “Yang nantinya besar untuk menyuplai ke daerah-daerah perkotaan karena pasar untuk tanaman ini sangat jelas,” ucapnya. (fahrizal/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar