Menumbuhkan yang Lebih Sehat


FAJAR.CO.ID — Bertahan dengan nutrisi yang tepat sasaran jadi pengharapan saat ini, ditengah mewabahnya penyakit dimana-mana. Hal itu, kini menjadi gaya hidup yang sangat perlu.

Di tengah-tengah Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu di Desa Ajakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru edukasi itu tumbuh, lewat gerakan hidroponik. Fausia Ramadani, merawatnya.

Namun, tidak mudah bagi alumni Ilmu Politik, Unhas itu membentuknya. Berada di lingkungan keluarga dan masyarakat yang berprofesi sebagai petani membuatnya tak dipercaya. Itu, sejak awal 2019, sewaktu gaya bercocok tanam yang diberi nama Hidroponik Aisyah dibangunnya. Namun, kini hal itu dipercaya telah menumbuhkan yang lebih sehat.

Semua berkat tekatnya, membangun dan membentuk, lalu menumbuhkan kecerdasan pada lingkup bercocok tanam di wilayahnya. Ruang itu pun bertahan saat ini.

Di desa itu, kini dikenal dengan bercocok tanam sayuran sehatnya. Selain itu, pembuktian gaya bercocok tanam efektif dan menjanjikan dari segi ekonomi juga telah terbangun.

“Omset perbulan sudah rata-rata Rp1 juta, itu pun saya hanya menyuplai di wilayah kota Barru saja,” ujarnya kepada FAJAR, kemarin.

Fausia menyampaikan, apa yang dibuatnya itu tidak semata dalam pemenuhan ekonomi. Dan itu terbukti, masyarakat mulai terus bertanya dan memiliki pengharapan besar atas pola tanam hidroponik, meski tinggal di desa.

Bertahan dengan gaya hidup sehat mulai dari makanan kini dipahami betul masyarakat sekitarnya. “Nilai kesegaranlah yang memberi pengaruh, itulah bukti bahwa dari gaya hidroponik saya buat ini telah menberi pengaruh perubahan pola pikir,” katanya.

Terpisah, Dosen Teknologi Pangan Sehat dan Pangan Fungsional Universitas Hasanuddin, Nurlaila Abdullah menyampaikan, terbentuknya gaya hidup sehat lewat dorongan efek pandemi virus korona ini lahirnya pengharapan besar ke makanan sehat.

“Jadi selain pangan lokal, sayur-sayur sehat tanpa ada pengaruh pestisida pasti akan mendapat perhatian,”bebernya. Meskipun pengembangannya di desa.

Sehingga, melestarikan yang sehat menjadi bagian gaya hidup baru. Bukan hanya diperkotaan, pedesaan pun harus menyadur perkembangan dan keinginan dalam mempertahankan perasaban satu wilayah.

“Jadi setidaknya membangun dan mempertahankan gaya hidup sehat harus menjadi bagian dari misi individu saat ini,” tuturnya.

Bina Kelompok Tani

Hidroponik Aisyah kini tak berdiri sendiri. Selain mendorong para pemuda desa, Kelompok Wanita Tani (KWT) juga bergerak bersama dengannya.

Pendiri Hidroponik Aisyah, Fausia Ramadani menyampaikan, sayuran konsumsi rumahan dari kelompok-kelompok berkembang di daerahnya sudah mampu menyuplai rumah-rumah di daerahnya. “Adanya proses pembinaan ini, kita sadar akan pemanfaatan lingkungan dengan sehat sudah terbentuk,” katanya.

Bagi Fausia, melestarikan sesuatu tidak mesti dari hal-hal yang susah. Membangun itu, prinsipnya sederhana, jika dilakukan dengan serius maka akan membentuk kebersamaan yang baik. Pola hidroponik ini juga memunculkan sikap peduli dan gotong royong kepada para pemuda.

Ke depan, dia berharap setiap kepala keluarga (KK) bisa membuat hidroponik untuk konsumsi rumahan. “Yang nantinya besar untuk menyuplai ke daerah-daerah perkotaan karena pasar untuk tanaman ini sangat jelas,” ucapnya. (fahrizal/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar