Patung-patung di Dinding


Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID — Aksi menumbangkan patung terus terjadi di Amerika Serikat. Padahal Presiden Donald Trump sudah marah-marah terus. Bahkan sudah mengancam akan mengeluarkan aturan keras: yang berbuat seperti itu akan dihukum berat. Dengan masa hukuman lebih panjang.

Justru Sabtu lalu satu patung lagi ditumbangkan. Diceburkan ke laut.

Yang ditumbangkan itu patung tokoh besar dunia: Christopher Columbus. Yang selama ini –sesuai dengan buku pelajaran sekolah– kita kenal sebagai ‘penemu’ benua Amerika.

Columbus di mata aktivis persamaan hak di Amerika ternyata dianggap pembunuh besar. Tidak layak diagungkan dalam sejarah. Apalagi sampai dibuatkan patung.

Memang, gegara Columbuslah orang Eropa datang ke Amerika. Dengan istilah yang sangat sepihak: menemukan Amerika. Kata ‘menemukan’ itu seperti menganggap benua tersebut tanah kosong. Yang bisa langsung diduduki begitu saja.

Padahal benua itu sudah berpenduduk. Yakni orang kulit merah: Indian. Mereka sendiri awalnya tidak menyebut diri Indian. Columbuslah yang membuat istilah itu.

Columbus, Anda sudah tahu: orang Italia. Ups.. Bukan. Di tahun 1490 itu belum ada negara Italia. Lebih tepatnya Columbus itu orang Genoa. Negaranya disebut Republik Genoa.

Kelak, di tahun 1861, barulah Genoa menjadi bagian dari Italia. Yang lantas menjadi negara Republik di tahun 1946 –setahun lebih muda dari kita.

Komentar

Loading...