Perusahaan Ekspor Benih Lobster Menang Banyak, Kiara: Nelayan dapat Apa?

Menteri KKP Edhy Prabowo. Foto: Humas KKP

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sudah sejak lama ekspor benih lobster ditolak mentah-mentah oleh publik, khususnya nelayan di seantero nusantara. Tapi buktinya, gagasan itu meluncur deras dari skenario yang dibuat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Lalu untuk siapa langkah ini dilakukan, dan siapa penikmat yang meraup keuntungan?

Pertanyaan itu terus ditujukan pada Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Bahkan analogi yang disampaikan Susi Pudjiastuti mantan Menteri Kelautan, seakan tak ada artinya. Proyek besar itu pun makin deras mengucur, hingga pada akhirnya, munculah nama-nama kolega Edhy Prabowo di Partai Gerindra sebagai pemegang izin baby lobster tersebut, salah satunya Hashim Djojohadikusumo.

Pelarangan ekspor lobster sendiri memang digulirkan oleh Susi. Kebijakan ini diterapkan dengan mengacu pada Permen KP nomor 1 Tahun 2015. Secara jelas, Susi menegaskan larangan ekspor benih lobster untuk meningkatkan nilai tambah dari lobster itu sendiri sebelum diperjualbelikan di pasar global.

Menteri KKP Eddy Prabowo pun kembali mendapat kritik tajam dari Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara).

Kiara secara terang-terangan menyoroti aspek transparansi dalam pemilihan 26 perusahaan eksportir benih lobster yang selama ini telah diizinkan oleh KKP.

”Coba jelaskan apa dasar pemilihannya dan bagaimana rekam jejak perusahaan-perusahaan itu? Masyarakat tak ada yang mengetahui hal itu,” terang Sekjen Kiara Susan Herawati dalam siaran pers.

Komentar

Loading...