Telisik Dugaan Korupsi Dana Covid-19 Gowa, Polisi Lakukan Pemeriksaan Maraton


FAJAR.CO.ID, GOWA– Kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran coronavirus desease 2019 (covid-19) di RSUD Syekh Yusuf terus berlanjut. Surat pemanggilan pemeriksaan saksi sudah dilayangkan. Pemeriksaan dilakukan secara maraton.

Kasubdit Tipikor Polda Sulsel, Kompol Rosyid Hartanto, mengatakan, kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran covid-19 RSUD Syekh Yusuf menjadi atensi. Kasusnya masih terus berlanjut.

“Masih penyelidikan. Hari ini (Senin) belum ada pemeriksaan saksi. Besok (hari ini) sepertinya ada,” kata Rosyid kepada FAJAR, Senin (6/7/2020).

Akan tetapi, identias saksi yang akan dimintai keterangannya tidak bisa dibeberkan sama sekali. Yang jelas sebutnya, semua pihak yang terlibat akan dimintai keterangannya. Termasuk Direktur RSUD Gowa dr Salahuddin yang menjabat sebelumnya.

“Yang jelas akan kami panggil semua yang terlibat. Dan beberapa tenaga kesehatan yang ingin dimintai keterangnnya banyak sakit. Tetapi, itu tidak masalah. Nanti kalau sudah sembuh pasti dimintai keterangnnya juga,” ungkapnya.

Kasus dugaan korupsi anggaran covid-19 di RSUD Gowa terkuak berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke Polda Sulsel. Laporannya terkait dugaan insentif tenaga kesehatan dan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan.

Insentif tenaga kesehatan yang menangani kasus covid-19 disebut tidak sesuai. Hanya ratusan ribu. Bahkan terkecil ada yang menerima puluhan ribu rupiah. Sementara, kasus pengadaan alat kesehatan diduga dimarkup.

Diketahui, Penyidik Polda Sulsel akan memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dana Covid-19 RSUD Syekh Yusuf, Muh Taslim hari ini. Hal tersebut dibenarkan Muh. Taslim, bahwa ia sudah menerima surat panggilan dari Polda Sulsel.

Komentar

Loading...