Terdampak Corona, Mantan Manajer Hotel Jual Ganja

TANGKAP PENJUAL GANJA: Wadirresnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah (kiri) dan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKBP Anak Agung Gede Agung menunjukkan barang bukti ganja dan uang di Mapolda NTB, Senin (6/7). (HARLI/LOMBOK POST)

FAJAR.CO.ID,MATARAM– Terduga penjual narkoba jenis ganja berinisial RK dibekuk tim Ditresnarkoba Polda NTB, Jumat (3/7) lalu.

Mantan manajer salah satu hotel di Gili Trawangan itu ditangkap di rumahnya, Dusun Belencong, Midang, Gunungsari, Lombok Barat (Lobar).

”Kita dapatkan sebanyak satu kilogram ganja,” kata Wadirresnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah, Senin (6/7).

Selain itu, tim juga menemukan beberapa ratusan klip kosong, dua bungkus kertas rokok, dan uang Rp 3,4 juta. ”Diduga uang itu hasil penjualan ganja,” jelasnya.

Dari pengakuannya, RK baru sebulan menjual barang haram tersebut. Dia membeli barang itu dari seseorang yang juga ikut dalam komunitas vespa. ”Pelaku membeli ganja dari seorang berinsial A. Kita masih lakukan pengembangan,” terangnya.

RK membeli ganja seberat satu kilogram seharga Rp 7,5 juta. Ganja yang satu kilogram itu dipecah menjadi beberapa paket. ”Yang dijual itu baru empat paket. Dijual harga Rp 150 ribu per paket,” bebernya.

Paketan ganja dijual ke rekannya di wilayah Mataram dan Lobar. Dari pengakuannya, RK menjual ganja karena tidak memiliki penghasilan.

Karena semenjak empat bulan lalu, dia yang menjabat sebagai manajer hotel dirumahkan perusahaan. Hal ini sebagai dampak wabah corona yang memukul industry pariwisata.”Pelaku ini jual ganja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” ucapnya.

Dari perbuatannya, RK dijerat pasal 111 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1). Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara.

Komentar

Loading...