Warga Protes Jalur Zonasi PPDB, Disdik Sulsel Malah Salahkan Server Telkom

PROTES PPDB Beberapa orang tua calon siswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Senin, 6 Juli. Mereka memprotes penentuan kelulusan siswa SMA dan SMK yang amburadul. Banyak siswa yang domisilinya dekat sekolah, tidak lulus, sedangkan yang jauh justru lulus. Dinas Pendidikan Sulsel menyalahkan kesalahan di server Telkom. (ANDI SYAIFUL/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pelaksanaan PPDB tingkat SMA dan SMK masih menuai protes tahun ini. Ratusan orang tua calon siswa mendatangi kantor Disdik Sulsel, Senin (6/7/2020).

Kedatangan para orang tua siswa untuk mengajukan protes atas pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPSB) jalur zonasi. Banyak calon siswa yang tak lolos, meski telah memenuhi syarat terkait jarak rumah ke sekolah.

FAJAR berbincang dengan salah satu orang tua bernama Arfan. Pria yang tinggal di wilayah Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate ini memprotes pelaksanaan PPDB lantaran anaknya tak lolos di SMAN 20 Makassar.

Padahal, kata Arfan, jarak rumah dari sekolah terbilang dekat. Hanya 700 meter. Di sisi lain, ada siswa yang lulus dengan jarak rumah ke sekolah lebih jauh. Justru yang lebih dekat, tak lulus di SMAN 22.

“Makanya saya heran. Kenapa yang lebih jauh bisa lulus. Padahal jarak rumah saya 700 meter. Ada yang 2 kilometer lebih, justru bisa lulus,” bebernya kepada FAJAR saat ditemui di ruang guru kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Senin, 6 Juli.

Dia mendesak disdik untuk membenahi sistem PPDB yang bermasalah tersebut. Apalagi tak ada lagi sekolah negeri di wilayah itu. Dia hanya berharap agar masih ada kesempatan bagi anaknya untuk bisa lulus.

“Ini kesalahan pelaksana. Masalahnya, dimana anak saya mau sekolah?. Makanya kami berusaha supaya masih ada kesempatan untuk anak saya bisa bersekolah di sekolah negeri,” tambahnya.

Komentar

Loading...