Ahmad Tanribali Lamo, Gubernur Spesialis Daerah Konflik

Ahmad Tanribali Lamo

“ Kuncinya, sekali lagi komunikasi. Juga iklhas dan tak kalah pentingnya berserah diri kepada yang di Atas “

FAJAR.CO.ID — Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitu tepatnya sepenggal peribahasa yang menggambarkan karier Mayjen TNI (purn) A Tanribali Lamo.

Anak seorang gubernur yang menjadi gubernur pula. Bedanya sang ayah, Ahmad Lamo menjabat sebagai gubernur di satu provinsi saja, sementara Mayjen TNI (Purn) A Tanribali Lamo adalah gubernur yang menjabat di empat provinsi.

Ahmad Lamo menjabat gubernur definitif Provinsi Sulsel mulai tahun 1966 hingga 1978. Sementara Tanribali ditugaskan sebagai Penjabat Gubernur di Sulsel, Papua Barat, Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah.

Keduanya pun memulai kariernya dari dunia militer. Achmad Lamo memulai karier militer pada Sekolah Polisi di Sukabumi. Pengalaman selama perang kemerdekaan di berbagai tempat di Jawa dan Makassar.

Tanribali adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1974 seangkatan dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Letjen Agustadi Sasongko Purnomo, mantan KSAD Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu dan mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto.

Karir militernya diawali di Kodam Siliwangi tahun 1975. Setelah itu, dia kembali ke kampung halaman ketika ditugas di Kodam Hasanuddin mulai tahun 1976 hingga 1982.

Tahun 2001, Tanri naik pangkat menjadi brigadir jenderal dan menjabat sebagai Wakil Asisten Personel KSAD. Suami dari Rasthina Dewi ini menjabat sebagai asisten personel KSAD dengan pangkat mayor jenderal pada tahun 2003.

Komentar

Loading...