Alasan Polisi Tak Langsung Tangkap Bandar Sabung Ayam di Lokasi Kejadian

Bandar sabung ayam asal Toraja Utara, Pung Belo saat diamankan di Polda Sulsel. (Ishak/Fajar.co.id)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Polisi sempat berpikir panjang soal penangkapan Pong Belo, 32 tahun. Bandar sabung ayam asal Kabupaten Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan itu.

Alasan keselamatan petugas saat itu jadi pertimbangan. Polisi kalah jumlah dengan massa. Baik dari para pemain, maupun warga di sekitar lokasi.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, polisi yang terdiri dari Satuan Sabhara dan intel dari Polres Torut tak bisa berbuat banyak saat berhadapan dengan pelaku.

"Dalam video memang banyak massa. Itu akan rawan bagi petugas. Daripada ada resiko lebih besar, lebih baik memilih menenangkan situasi lebih dulu," jel asnya, Selasa (7/7/2020).

Langkah itu dianggap sangat strategis bagi aparat kepolisian. Dua hari setelahnya, polisi baru bisa menangkap pelaku di rumahnya, Jalan Palopo nomor 86, Kecamatan Rantepao saat tertidur.

Pelaku saat itu tak bisa melawan. Begitu pun dengan keluarganya yang melihat polisi berpakaian preman dan bersenjata laras panjang datang.

Diketahui, pelaku yang bernama lengkap Amda Salurante itu, menantang dan menghina institusi kepolisian dengan kalimat yang tak pantas.

Saking emosinya pelaku, dia sempat menendang sebuah benda di lokasi judi. Tepat di hadapan massa dan aparat kepolisian yang kalah jumlah.

Polda Sulsel belum bisa menyimpulkan pelaku beraksi akibat pengaruh minuman keras.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...