Bambang Widjojanto: Apakah Rezim KPK Tengah Bersekutu dan Dibayangi Kuasa Kegelapan

Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto alias BW-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengkritik rapat dengar pendapat (RDP) DPR RI yang berlangsung tertutup, di Gedung KPK pada Selasa (7/7). BW menilai, hal itu melanggar unsur keterbukaan yang selama ini dipegang KPK.

“Ada prinsip penting di dalam UU KPK yang dilanggar, yaitu prinsip keterbukaan,” kata BW dikonfirmasi, Rabu (8/7).

BW menegaskan, baru pertama kali di era kepemimpinan Firli Bahuri RDP berlangsung di KPK secara tertutup. Menurutnya, jika mau dilakukan secara tertutup, maka harus ada alasan yang sangat kuat untuk bisa menjelaskan kenapa harus dilakukan secara tertutup.

“Fakta ini semakin menjelaskan perbedaan yang sangat fundamental antara pimpinan KPK saat ini dengan banyak periode kepemimpinan KPK sebelumnya, yang nyaris menabukan rapat tertutup seperti ini,” beber BW.

Bahkan BW menyebut, rapat yang berlangsung secara tertutup itu menimbulkan pertanyaan di mata publik, apakah KPK saat ini usai revisi UU KPK dan kepemimpinan KPK rezim Firli Bahuri sudah patuh pada penguasa.

“Pertemuan secara tertutup bisa menimbulkan pertanyaan di publik, apakah rezim KPK saat ini tengah bersekutu dan dibayangi kuasa kegelapan,” cetus BW.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR Herman Hery menyampaikan alasan dilakukannya rapat tertutup karena ada hal sensitif yang bakal ditanyakan anggota Komisi III ke pimpinan KPK. Sehingga RDP disepakati dilakukan secara tertutup.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...