Benahi Layanan Penanganan Covid-19

FAJAR.CO.ID — Tingkat terkonfirmasi Sulsel kembali meningkat. Ada 218 kasus positif baru, Selasa, 7 Juli. Intervensi kurva belum mampu tertekan.

Ketua Tim Konsultan Pengendalian Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, perbaikan layanan penanganan kembali jadi atensi. Hal itu harus dibarengi dengan pola pengetatan protokol kesehatan yang mulai kembali disosialisasikan.

Perbaikan layanan penanganan yang dimaksud, seperti penambahan tenaga medis dan non-medis dari daerah yang sudah zona hijau. Juga dengan merotasi tenaga dengan sistem shifting yang cukup.

“Terpenting, perluasan tempat layanan ke daerah zona merah yang lain,” katanya. Sebab, paparan lanjutan yang kembali akan menunjukkan lonjakan kasus.

Jadi tidak ada proses-proses yang kaku. Serta proses yang tidak menunjukkan adanya pelayanan yang baik, sebab masih dominan terjadi seperti itu saat ini. “Terbukti silih berganti kasus terkonfirmasi yang meningkat,” bebernya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof Syafri Kamsul Arif mengutarakan, untuk peningkatan kasus terkonfirmasi hari ini tidak ada kaitannya dengan rapid test gratis dari Pemprov Sulsel.

Mengapa? Sebab, kasus positif itu dari hasil swab-PCR. Kondisi ini menunjukkan bahwa, pelayanan penanganan memang sangat perlu diperbaiki.

“Sebab yang terjadi saat ini masih terkait transmisi penularan di tengah masyarakat. Daerah-daerah harus memerhatikan betul ini,” ucapnya. Untuk kondisi pelayanan rumah sakit (RS) rujukan Sulsel masih mampu terkendali.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...