Djoko Tjandra Keluar Masuk, Didik Mukrianto: IT Kemenkumham Ramah terhadap Kejahatan

Rabu, 8 Juli 2020 15:21

Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto-- jawa pos

Selanjutnya, karena Djoko Tjandra sedang mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK), maka hakim bisa memberatkan hukumannya. Hal ini karena Djoko Tjandra telah melakukan kejahatan imigrasi.

‎”Ada baiknya kejahatan termasuk kejahatan imigrasi Djoko Tjandra menjadi pertimbangan dalam memberikan keputusan,” pungkasnya.

‎Diketahui, MAKI menduga kartu tanda penduduk (KTP) milik terpidana Cessie Bank Bali Djoko S Tjandra dicetak pada hari yang sama saat mengajukan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan untuk mengajukan PK, Djoko S Tjandra harus menyertakan fotokopi KTP. Setelah ditelusuri, dia telah melampirkan copy KTP tertanggal 8 Juni 2020.

Boyamin menyebut Djoko S Tjandra berada di luar negeri hingga Mei 2020. Oleh karena itu, dia tidak pernah melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el). Maka, sesuai ketentuan datanya nonaktif sejak 31 Desember 2018.

Dia menyebut Djoko melakukan perekaman data dan cetak KTP-el di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan. Djoko menggunakan alamat Jalan Simprug Golf I Nomor 89, Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Baru. (jpc/fajar)

Komentar