Hentikan Kasus Penipuan dan Penggelapan, Ditreskrimum Polda Sulsel Digugat Melalui Praperadilan

IST

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Langkah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel yang menghentikan kasus pidana penipuan dan penggelapan membuat pengacara senior, Aiswariah Amin, melayangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Makassar.

Diketahui, kasus penipuan dan penggelapan itu melibatkan Aiswariah Amin sebagai pelapor dengan mantan kliennya, Juni Mawarti, sebagai terlapor.

Kuasa hukum Aiswariah Amin, Andi Ifal Anwar, mengatakan, pihak Ditreskrimum menghentikan penyidikan kasus dengan mengeluarkan surat penetapan penghentian penyidikan (SP3).

"Ditreskrimum Polda beralasan, laporan kasus tersebut merupakan ranah perdata dan bukan ranah pidana," ujar Ifal, Rabu (8/7/2020).

Atas dasar itu, kata Ifal, pihaknya kemudian mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Makassar yang didaftarkan pada Rabu, 10 Juni 2020 lalu.

Dalam putusan hasil persidangan pada Kamis, 2 Juli 2020, hakim menolak eksepsi dari termohon, dalam hal ini Ditreskrimum Polda Sulsel.

Surat penetapan yang dikeluarkan penyidik Polda Sulsel dinyatakan batal demi hukum atau tidak sah.

"Sehingga putusan pengadilan memerintahkan penyidik untuk melanjutkan laporan dari klien kami. Artinya perkara ini harus dibuka dan diproses kembali oleh pihak penyidik," beber Ifal.

Ifal pun meminta kepada penyidik Polda Sulsel yang menangani perkara Aiswariah Amin sebagai pelapor yang melaporkan Juni Mawarti agar menindaklanjuti putusan pengadilan.

"Kami mengimbau kepada kepolisian Polda Sulsel untuk patuh dan tunduk terhadap putusan praperadilan. Karena itu adalah produk hukum yang harus dijalankan oleh semua yang berkepentingan," pungkas Ifal. (ikbal/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...