Hindari Penutupan Jalan Nasional, Pemkot Siapkan Sembilan Posko

Perbatasan Gowa-Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pembatasan pergerakan orang di perbatasan Kota Makassar mulai disosialisasikan, Rabu, 8 Juli. Penutupan jalan nasional harus dihindari.

Langkah memutus mata rantai penyebaran coronavirus desease 2019 (covid-19) dimasifkan. Pembatasan pergerakan orang memang baru diterapkan, Sabtu, 11 Juli. Sebelum itu, Pemkot Makassar mulai sosialisasi pada 8 Juli dan uji coba pada 9-10 Juli.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah tak ingin kebijakan baru mengenai syarat bebas covid-19, seperti pada penerapan PSBB lalu. Apalagi jika sampai menutup jalan nasional. “Hal tersebut tak boleh terulang kembali,” katanya.

Menghindari terulangnya selama kesalahan saat PSBB, kata mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, dikoordinasikan dengan TNI dan Polri. Kedua unsur ini akan terlibat di pengawasan. “Sudah ada kolaborasi,” bebernya, kepada FAJAR, kemarin.

Sementara itu, Asisten I Pemkot Makassar, M Sabri menyebut, sambil sosialisasi, pihaknya akan memetakan kemungkinan yang terjadi saat pembatasan diberlakukan. Langkah preventif menjadi andalan dalam menekan penyebaran virus. Jadi harus maksimal.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kelancaran arus lalu lintas saat pemeriksaan berlangsung. Hal ini diakuinya sulit diantisipasi. Pelambatan kendaraan pasti terjadi. Tetapi, pihaknya tetap memikirkan untuk meminimalisasi terjadinya pelambatan itu. Pemkot sendiri akan menyiapkan 9 pos pemeriksaan.

“Nanti diatur khusus teknisnya di lapangan. Makanya tidak serta merta kita efektifkan. Dari uji coba kita melihat seperti apa kondisinya lalu mengaturnya agar bisa diminimalisasi,” ujarnya, di Balaikota Makassar, Selasa, 7 Juli.

Komentar

Loading...