Kejati Telusuri Dugaan Korupsi Proyek Pipa Avtur hingga Pusat

Kajati Sulsel, Firdaus Dewilmar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel terus menelusuri dugaan korupsi proyek jaringan pipa distribusi avtur dari TBBM Makassar ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Sulhas). Proyek pertamina ini menelan anggaran senilai Rp155 miliar dari APBN.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar menceritakan ada beberapa temuan dalam penyelidikan atas proyek tersebut. Pertama proyek tersebut sudah rampung (100 persen) pada tahun 2018 lalu, namun pembayarannya baru 80 persen.

“Proyek dikerja PT MJPL milik The Jhonny yang kini tersandung kasus perbankan. Tapi itu kasus lain, yang kita lidik ini adalah fokus dugaan korupsi dalam pipa avtur Pertamina,” kata Firdaus, Rabu, (08/07/2020)

Lebih lanjut mantan Kajati Gorontalo ini berdasarkan penelusuran, tim jaksa juga mendapatkan ada kejanggalan lain. Yakni program pemindahan pipa, karena ada renovasi perlebaran terminal Bandara Sulhas.

Dimana proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan yang sama dengan perpanjangan kontrak yang seharusnya ada kontrak baru. Proyek baru pemindahan pipa tersebut menelan anggaram Rp3 miliar.

“Proyek ini diduga syarat permainan. Bahkan ada informasi proyek ini menjadi jaminan oleh pengembang untuk meminjam uang,” ungkapnya.

Suami dari Lisa Firdaus Dewilmar ini mengatakan dalam waktu dekat ini dia akan mengirim penyidik untuk melakukan penelusuran ke Pertamina pusat. Tujuan untuk mencari data lengkap terkait proyek tersebut. Pasalnya proyek tidak ditangani oleh pihak Pertamina yang ada di Makassar.

Komentar

Loading...