Penegasan Muhammadiyah Soal Pancasila, Haedar Nashir: Umat Islam Indonesia Punya Saham Mayoritas

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir . (IST)

FAJAR.CO.ID,YOGYAKARTA– Satu dekade terakhir, umat Islam di Indonesia resah dengan banyaknya narasi yang berupaya membenturkan mereka dengan Pancasila. Padahal, dalam sejarahnya justru umat Islam terlibat dalam kelahiran dan keberadaan Pancasila.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi kekhawatiran tersebut dengan menekankan pentingnya pembacaan secara utuh dan jujur terhadap sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Menurut Haedar, umat Islam tidak hanya menyabung nyawa untuk kemerdekaan, bahkan lebih jauh rela berkompromi dan mengalah demi kepentingan seluruh bangsa sebagaimana dalam penghapusan tujuh kata hasil Piagam Jakarta pada hari kedua setelah Indonesia merdeka.

“Kesimpulannya adalah umat Islam yang mayoritas di Indonesia ini punya saham besar untuk negeri ini, baik aspek historis ataupun ideologis,” ujar Haedar dalam keterangan tertulis Rabu (8/7/2020).

Adanya dinamika di dalam perjalanan bangsa, bagi Haedar tidak sewajarnya menghapus posisi umat Islam dari objektivitas sejarah. Justru semangat Keislaman yang terpancar dari pembelaan umat terhadap Pancasila ada dalam koridor supaya Pancasila tetap dalam kerangka moderasi dan tidak terseret oleh arus ekstrim kiri maupun kanan.

Menurutnya, fenomena segolongan kecil yang bersikap ekstrim ada dan merata di setiap kelompok baik aliran politik, agama hingga suku sehingga gebyah uyah itu tidak pantas dilakukan sepihak hanya pada umat Islam.

“Ekstrim dan radikal itu berlaku umum. Karena itu perlu moderasi. Moderasi beragama perlu, moderasi bernegara juga perlu,” tekannya.

Komentar

Loading...