Riset Kalung Eukaliptus, DPR Persilakan Lanjut asal Tak Pakai APBN

TERUS PAKAI KALUNG EUKALIPTUS: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Gedung Nusantara Jakarta, Selasa (8/7). (HENDRA EKA/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dari balkon wartawan, kalung yang dikenakan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan jajarannya itu terlihat mencolok. Tapi, anggota Komisi IV DPR Mindo Sianipar kontan meminta Syahrul untuk tidak memamerkan kalung eukaliptus (kayu putih) yang belum teruji secara ilmiah tersebut.

”Mohon televisi jangan di-shoot (kalung eukaliptus, Red). Nanti masyarakat berlomba-lomba ikut pakai karena menterinya pakai,” kata Mindo di tengah rapat kerja Mentan dengan Komisi IV DPR kemarin.

Meski mendapat sindiran, Syahrul dan jajaran tidak lantas melepas kalung itu. Mereka tetap memakai kalung yang sempat ramai disebut sebagai antivirus korona itu hingga rapat selesai. ”Padahal, belum tahu kita hasilnya. Kami harap Kementan lebih selektif lah,” kata Mindo yang juga politikus PDI Perjuangan.

Syahrul mengklaim, riset yang terkait dengan potensi eukaliptus sebagai kalung antivirus korona sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi lembaganya. Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memiliki Balai Besar Penelitian Veteriner.

Balai tersebut memiliki unit balai penelitian tanaman obat dan rempah. Karena itu, riset yang terkait dengan potensi tanaman obat dan rempah di Indonesia dalam konteks masa pandemi Covid-19, jelas dia, sesuai dengan ranah kerja Kementan.

Dia mengatakan, saat ini produk tersebut baru diuji coba. Karena itu, untuk mencapai hasil, masih dibutuhkan proses yang panjang. ”Saya lakukan untuk kepentingan bangsa. Jadi, saya harus percaya,” ucap dia.

Komentar

Loading...