Tidak Ada Urusan, Bandar Judi Sabung Ayam Tetap Ditahan Meski Anak Legislator

Pelaku ditangkap dalam kasus tindak pidana penghinaan terhadap penguasa dan atau badan hukum, dan atau pejabat yang sedang melaksanakan tugas.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pong Belo membawa-bawa nama badan rakyat. Dalam video viralnya, pria 30 tahun itu mengaku anak legislator dari Toraja Utara (Torut). 

Dia seakan-akan bangga menjadi keluarga seorang legislator. Polisi menyebut, tidak ada hubungan apapun sehingga hukuman Pong Belo bisa diringankan meski anak anggota DPRD setempat. 

“Pelaku anak salah salah satu politisi setempat. Perlu digaris bawahi, ini sifatnya personal. Bukan persoalan masyarakat yang di sana, dan bukan persoalan marwah kelurganya,” tegas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Selasa (7/7/2020). 

Polisi juga berharap, anggota DPRD di sana tidak merespon atas penangkapan Pong Belo, usai melawan dan menghina institusi Polri saat hendak dibubarkan karena kedapatan asyik menggelar judi sabung ayam. 

“Ini perbuatan personal yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi. Tidak perlu ada respon yang menimbulkan kisruh di daerah,” pungkas Ibrahim. 

Pelaku tetap ditahan dan dijerat pasal berlapis. Diantaranya Pasal 207, Pasal 212, dan 335 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun enam bulan penjara. 

Pelaku saat itu tak terima kedatangan puluhan aparat kepolisian Polres Torut, untuk membubarkan judi itu. Penolakan yang dilakukan Pong Belo pun jadi tontonan warga sekitar. 

Peristiwa itu terjadi di Desa Tondon Matallo, Kecamatan Tondon, pada Minggu, (5/7/2020) kemarin. Bahkan warga Jalan Palopo, Kecamatan Rantepao itu pun nyaris melukai polisi dengan pecahan botol minuman yang terbuat dari kaca. 

Komentar

Loading...