Faktor di Balik Kegagalan AS Atasi Krisis Covid-19

Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay

FAJAR.CO.ID -- Dengan tingkat pengujian yang gagal mengimbangi lonjakan harian kasus Covid-19 di Amerika Serikat (AS), negara yang paling terdampak parah korona (Covid-19) di dunia tersebut masih belum menguasai pengujian, seperti dilaporkan Politico pada Minggu (5/7).

Dalam sepekan terakhir, lebih dari 4 juta tes telah dilakukan di AS, yang memiliki populasi lebih dari 328 juta jiwa. Namun, meroketnya kasus infeksi baru lebih menyita perhatian ketimbang lonjakan dalam jumlah tes yang dilakukan.

Para pakar kesehatan masyarakat memperingatkan wabah Covid-19 mungkin akan “semakin tak terkendali dalam beberapa bulan mendatang,” menurut Politico, seperti dilansir Antara dari Xinhua.

Sebuah esai opini yang diterbitkan di Politico menyebutkan lima faktor di balik krisis tes Covid-19 di AS. Pertama, masalah rantai pasokan yang tetap tidak terselesaikan. Laboratorium komersial di seluruh AS masih belum bisa mendapatkan stok reagen yang mencukupi, yang sangat diperlukan guna menghasilkan sampel untuk pengujian.

Kedua, pembukaan kembali perekonomian mengarah pada meningkatnya jumlah permintaan. Laboratorium kehabisan kapasitas untuk menganalisis sampel yang menumpuk, sebagai akibat dari munculnya dorongan baru-baru ini untuk melakukan tes terhadap orang-orang di penjara dan panti wreda, para pelaku bisnis yang melakukan tes terhadap pekerja mereka, rumah sakit yang melakukan tes terhadap pasien operasi elektif, dan lain-lain.

“Kami dapat merampungkan antara 5.000 hingga 7.000 tes per hari, yang kami rasa cukup untuk mengelola penyakit ini,” kata Gubernur Hawaii David Ige kepada Politico. “Namun demikian, pembukaan kembali akan menciptakan dilema nyata dan tantangan pengujian bagi kita begitu kita mencapai volume pariwisata normal.”

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...