Kedapatan Tak Pakai Masker, Warga akan Langsung Dirapid Test

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berupaya menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan melakukan rapid test langsung masyarakat yang didapati melanggar protokol kesehatan atau yang tidak memakai masker.

Hal itu merupakan salah satu sanksi yang terdapat dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) No 36 Tahun 2020 percepatan penanganan Covid-19 di Makassar. Selain rapid test di tempat, masyarakat yang melanggar juga akan diberi sanksi sosial.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin menuturkan, Pemkot telah menyiapkan 5000 alat rapid untuk mendukung program tersebut.

"Kemarin ada persiapan juga kurang lebih kemarin Pak Wali (Rudy Djamaluddin) bilang 5 ribu untuk persiapan Perwali," ujar Naisyah, Kamis (9/7/2020).

Selanjutnya, masyarakat yang ditemukan reaktif oleh tim Gugus Tugas di lapangan akan langsung diisolasi selama 14 hari. Mereka akan ditempatkan di hotel yang merupakan program wisata covid milik Pemrov Sulsel.

"Karena konsekuensinya itu kalau dia reaktif, dia akan diisolasi. Discan juga, nanti kita liat yang mana yang disampling untuk dilakukan rapid. Kita kan tidak tahu, bisa saja kalau satu ya satu langsung dilakukan. Nanti kita petugas yang lakukan yang mana mau dirapid," ucap Naisyah.

Diketahui, Perwali No 36 tahun 2020 masih sementara tahap sosialisasi. Kemudian akan diuji coba hari Jumat mendatang. Selain mengatur kedua sanksi di atas, Perwali baru ini mengatur mengenai masyarakat harus memiliki suket bebas covid untuk masuk ke Kota Makassar. (ikbal/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...