Konser di Tengah Pandemi Covid-19, Pekerja Event Ajukan Protokol Keamanan

ILUSTRASI. Pekerja event akui sudah melakukan audiensi dan melakukan pemaparan kepada Kemenkes, Kemenparekraf, dan pihak terkait soal protokol penyelenggaraan konser. (Buzzfeed)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Pandemi Covid-19 membuat aktivitas konser offline terhenti sama sekali sejak awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia.

Sekalipun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dilonggarkan dan pusat perbelanjaan serta kafe-kafe sudah bisa beroperasi lagi, namun aktivitas penyelenggaraan konser belum dapat diselenggarakan sampai sekarang.

Kiki Ucup mewakili pekerja event dalam sebuah diskusi yang digelar via daring oleh BaBe, Kamis (9/7), mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan audiensi dan melakukan pemaparan kepada Kemenkes, Kemenparekraf, dan pihak terkait soal protokol penyelenggaraan konser. Jika ini berhasil, maka konser di Indonesia bisa digelar lagi meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir.

Ucup megaku sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan pemaparan kepada lembaga terkait. “Sudah dipaparkan. Besok kita akan presentasi ketiga kalinya tentang masalah protokoler dan lain-lain,” kata Ucup kepada JawaPos.com melalui sambungan telepon, Kamis (9/7).

Sayangnya, dia enggan memberikan penjelasan detil terkait point-point apa saja dipaparkan pekerja event untuk terlaksananya konser di tengah pandemi. “Itu masih rahasia karena dalam tahap pembicaraan,” ujarnya.

Namun salah satu pointnya adalah soal pembatasan jumlah massa guna mencegah penyebaran virus korona. Ucup mengatakan, jumlah massa dalam aturannya tidak jauh beda dengan aturan yang berlaku di kafe-kafe. Meskipun diakuinya jauh lebih kompleks.

“Batasan massa pasti ada (dalam salah satu point-nya). Sama aja kayak yang terjadi di kafe, pasti ada batasannya. Kalau kafe 50 persen dari kapasitas. Kalau event kan lebih kompleks, lebih banyak yang harus didetailin,” ungkapnya.

Komentar

Loading...