Pamit Ngopi Malam-malam, Parman Bikin Kecewa Siti, Sang Juragan Sapi

Ilustrasi-- jawa pos radar kudus

FAJAR.CO.ID, KUDUS-- Parman (bukan nama sebenarnya) salah satu orang sangat beruntung di dunia. Bagaimana tidak. Dia miskin, tak punya pekerjaan tetap. Tampangnya juga pas-pasan. Tidak ada ganteng-ganteng amat. Tapi tingkahnya aneh-aneh. Entah turunan dari mana kelakuan ”buayanya” itu.

Satu-satunya keahlian yang Parman miliki hanya mencari pakan ternak. Seperti sapi dan kambing. Parman sudah bertahun-tahun jadi buruh merawat hewan ternak. Dia bekerja pada Siti (bukan nama sebenarnya). Siti seorang juragan hewan ternak. Punya puluhan ekor sapi. Kambingnya cuma belasan.

Sehari-hari Parman yang merawat hewan-hewan ternak itu. Dibantu satu orang temannya lagi. Bapak-bapak umur 50-an tahun. Parman sendiri masih muda. Usianya sekitar 30-an tahun. Masih lajang.

Karena itu Siti merasa iba. Dia menjodohkan Parman dengan Wati (bukan nama sebenarnya). Dia adalah pembantu di rumah Siti. Janda satu anak. Siti berpikir pernikahan itu agar Parman makin giat bekerja dan masa depan Parman bisa tertata. Siti sudah menganggap kedua buruhnya itu seperti saudara. Dia ingin yang terbaik untuk keduanya.

”Saya jodohkan. Saya kasih uang buat modal berumah tangga,” ujarnya.

Wati juga menerima Parman baik. Usia mereka sepantaran. Mereka cocok. ”Saya meyakinkan kalau Parman anak baik-baik kepadanya,” kata Siti.

Sayangnya, Parman memang tak tahu balas budi. Belum genap setahun pernikahannya dia sudah membuat ulah yang membikin malu juragannya, Siti. Ternyata Parman selingkuh dengan seorang perempuan penjaga warung kopi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...