Penelitian Kalung Anti Corona, dr Mohammad Adib Khumaidi: Kementan Sudah Riset dengan UI dan Unhas

Ilustrasi pemanfaatan eucalyptus untuk penangkal Korona (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA-- Kementerian Pertanian sudah sepakat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk terus mengembangkan penelitian kalung anti-Corona yang mengandung Eucalyptus. Kandungan tersebut adalah daun sejenis kayu putih yang mengandung senyawa sebagai antibakteri dan antiinflamasi yang berfungsi sebagai inhaler.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Mohammad Adib Khumaidi menjelaskan dukungan IDI tersebut mendorong agar para peneliti dan anak bangsa melanjutkan temuan dengan uji klinis. Tahapan kalung tersebut saat ini masih dalam tahap in Vitro sehingga perlu dilanjutkan.

“Kami dorong dilanjutkan dalam uji klinis. Kementan kan sudah riset dengan UI dan Unhas, ya dilanjutkan. UI dan Unhas punya riset kedokteran juga ini kan sejalan jika dilanjutkan dengan riset,” kata Adib kepada JawaPos.com, Kamis (9/7).

“Kalau dinyatakan anti-Korona ya nggak bisa dibuktikan karena belum sampai uji klinis. Di dalam perkembangan riset ilmu pengetahuan penting untuk dilanjutkan,” jelasnya.

Di satu sisi jika dikaitkan dengan sains, lanjutnya, temuan ini masih berproses. Berbagai temuan herbal hingga terkair dengan fitofarmaka (obat dari bahan herbal) atau herbal medicine tentu harus diluruskan kepada masyarakat dan harus diapresiasi.

“Jika di arahkan ke Covid-nya sendiri, belum spesifik. Etik penelitian perlu diteliti. Tergantung berapa lama ya prosesnya, paling cepat 6 bulan sampai nantinya dipublish dalam jurnal penelitian,” katanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...