Saksi Diduga Disiksa Oknum Polisi, Dipaksa Mengaku Sebagai Pelaku Pembunuhan

Sarpan, saksi pembunuhan yang diduga dianiaya oknum polisi saat berada di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan. (Antara)

FAJAR.CO.ID,SUMUT– Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang saksi pembunuhan di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan.

”Saat ini sudah dalam proses penyelidikan Bidang Propam Polda Sumut,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP M.P. Nainggolan seperti dilansir dari Antara pada Kamis (9/7).

Dia menyebutkan, bila seandainya ada oknum polisi yang terbukti bersalah akan diberikan sanksi. Namun, M.P. Nainggolan belum membeberkan bagaimana sanksi yang dimaksud tersebut. ”Pokoknya yang terlibat dalam proses perkara dalam menangani kasus itu, bila terbukti bersalah tentu akan diberikan sanksi,” ujar Nainggolan.

Seorang buruh bangunan bernama Sarpan, 57, mengaku telah menjadi korban penyiksaan saat berada di sel tahanan Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan. Akibat peristiwa itu, warga Jalan Sidomulyo, Pasar IX, Dusun XIII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, itu menderita luka di sekujur tubuh dan wajah.

Selain mengalami luka-luka akibat penganiayaan yang disebut-sebut dilakukan oknum polisi di Polsek Percut Sei Tuan, Sarpan juga dipaksa untuk mengakui bila dia adalah pelaku pembunuhan terhadap Dodi Somanto, 41.

Padahal, korban justru merupakan saksi dari pembunuhan tersebut. Tetapi, dia tetap diintimidasi oleh oknum polisi dengan harapan mengakui jika dia pelaku pembunuhan. Sedangkan, untuk pelaku berinisial A, 27, sudah diamankan pasca kejadian oleh petugas Polsek Percut Sei Tuan. (jpc)

Komentar

Loading...