Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Galakkan Ronda Malam

Ilustrasi Warga menyaksikan asap yang membubung tinggi pascaerupsi Gunung Merapi, Minggu (21/6) pagi. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

FAJAR.CO.ID, BOYOLALI – Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo meminta masyarakat lereng Gunung Merapi yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dan II untuk selalu waspada.

Wilayah Boyolali ada tiga desa yang masuk KRB III Gunung Merapi, yakni Tlogolele, Klakah dan Jrakah di Kecamatan Selo.

Menyikapi imbauan itu, warga di setiap rukun tetangga (RT) di 13 Dukuh Desa Jrakah Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, telah menggalakkan ronda malam sebagai langkah mitigasi erupsi Gunung Merapi.

“Selama 10 hari terakhir ini warga memang sering merasakan adanya lindu atau gempa bumi kecil, kemungkinan dampak aktivitas Gunung Merapi, tetapi mereka tetap bekerja seperti biasa di ladang,” kata Kepala Desa Jrakah Tumar, di Boyolali, Jumat (10/7).

Tumar menjelaskan, pihaknya pada masa-masa Gunung Merapi masuk level dua atau waspada saat ini, telah melaksanakan sosialisasi beberapa kali kepada masyarakat terkait mitigasi Gunung Merapi.

Pihaknya juga mengimbau dan menyosialisasikan kepada tokoh masyarakat dan peturus RT dan RW di wilayah Desa Jrakah, yang kemudian dilanjutkan ke masyarakatnya untuk tetap waspada karena saat ini rawan bencana erupsi Gunung Merapi masuk fasenya.

“Kami sudah meminta RT RW mengimbau warga untuk melaksanakan jaga ronda malam mengantisipasi masyarakat untuk mempersiapkan diri dievakuasi jika ada erupsi Merapi,” katanya.

Komentar

Loading...