Catatan untuk Dani dan Mereka yang Bernama Politikus

Akbar Faizal, politikus senior Partai NasDem

FAJAR.CO.ID -- Sebenarnya saya menunggu respon para pengurus Nasdem dari tingkat Kota Makassar, DPW hingga DPP terkait beredarnya rekaman video bakal calon walikota Makassar Sdr. Dani Pomanto yang secara telanjang merendahkan Partai Nasdem. Dalam rekaman itu Sdr. Dani Pomanto menunjukkan sikap sama sekali tak membutuhkan (dukungan) Nasdem dan berharap Nasdem menarik dukungan terhadapnya.

Dari Sdr. Nurdin Halid, Ketua Golkar Sulsel dan Wakil Ketua Umum DPP Golkar, saya mendapatkan konfirmasi bahwa percakapan virtual mereka tersebut terjadi saat Dani Pomanto meminta Nurdin Halid memasangkan putranya, Andi Zunnun, menjadi wakilnya dengan harapan dukungan Golkar diberikan kepadanya. Hanya berbilang hari, kesepakatan itu Dani abaikan. Hari ini, Dani Pomanto resmi diusung Nasdem plus Gerindra berpasangan dengan Fatmawati Rusdi. Kabar terakhir, Gerindra akan mengalihkan ke Appi' atas lobi Erwin Aksa langsung ke Prabowo Subianto. Jika benar info ini, maka Dani Pomanto praktis tak bisa ikut bertarung. Dan Nasdem ikut terbawa mati angin bersamanya padahal Nasdem pemenang utama pada Pileg lalu sehingga mendapat jatah Ketua DPRD Makassar.

Saya bukan politisi yang mudah tersinggung apalagi untuk hal seperti ini. Namun apa yang dipertunjukkan Dani Pomanto adalah sebuah teatrikal berkualitas sampah yang sama sekali tak layak untuk Sulawesi Selatan, Negeri Para pemberani, sebuah tagline yang saya rangkai sendiri. Saya harus membuat catatan ini untuk tiga (3) alasan:

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...