Dugaan Korupsi PDAM, Tidak Ada Dividen, tetapi Ada Bonus

Mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin

Pengakuan IAS Terkait Keuangan PDAM Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin (IAS) dimintai klarifikasinya terkait dugaan kerugian negara di PDAM Makassar oleh penyidik Kejati Sulsel.

Ilham mengaku menjawab sekitar sembilan pertanyaan selama pemeriksaan yang berlangsung sekitar satu jam. “Pertanyaan tentang dana cadangan dan dividen PDAM tahun 2010-2014,” katanya, Kamis 9 Juli.

Dia mengaku tahu target pemasukan dan pengeluaran PDAM Makassar. Termasuk soal tidak adanya pembagian dividen atau bagi hasil keuntungan pada 2014.

Namun, pria yang juga akrab disapa IAS itu mengakui, meski tidak ada pembagian dividen, tetapi tetap ada pembagian bonus. Sebab, saat itu memang sudah ada perbaikan neraca keuangan. Dia mengaku sangat mengetahuinya, karena harus sepengetahuan wali kota.

Kejati Sulsel mendalami dugaan kerugian negara di PDAM Makassar senilai Rp31 miliar. Beberapa orang telah dimintai keterangannya, termasuk mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, 15 Mei lalu.

Kasipenkum Kejati Sulsel, Idil membenarkan adanya permintaan klarifikasi beberapa orang terkait PDAM. Namun, dia mengaku tidak hapal semua. “Yang pasti sudah ada puluhan yang dimintai klarifikasi. Hanya itu saya tahu,” akunya.

Idil menambahkan dalam temuan BPK di PDAM Makassar ada dugaan kerugian negara sebesar Rp31 miliar. Angka tersebut akumulasi dari tahun 2003 hingga 2018. Dalam LHP BPK bernomor 63/LHP/XIX.MKS/12/2018 itu memuat adanya lima rekomendasi baik untuk Pemkot Makassar maupun PDAM.

Komentar

Loading...