KPK Telusuri Aset Nurhadi dan Tin Zuraida, Marketing Office District 8 Diperiksa

Istri eks Sekretaris MA Nurhadi, Tin Zuraida (kanan), berjalan meninggalkan ruangan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (22-6-2020). Foto: ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat/aww

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri aset kekayaan milik mantan Sekertaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan istrinya, Tin Zuraida serta kantor kepunyaan Rezky Herbiyono di kawasan Sudirman Center Business District 8 (SCBD). Pendalaman penyidikan dilakukan dengan memeriksa Marketing Office District 8, Wira Setiawan.

Wira diperiksa untuk tiga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait perkara di MA pada tahun 2011-2016.

Ketiga tersangka itu ialah Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono serta Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

District 8 merupakan kompleks perkantoran dan apartemen yang berada di kawasan Sudirman Central Business, District Jakarta Selatan. “Penyidik mengonfirmasi mengenai dugaan kepemilikan aset milik tersangka NHD dan Tin Zuraida serta kantor milik tersangka RHE yang berlokasi di kawasan Sudirman Center Business District 8,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (9/7) malam.

Selain memeriksa Wira, penyidik KPK juga turut memeriksa dua orang saksi lainnya yakni, Direktur PT Multitrans Logistic Indonesia Henry Soetanto dan seorang karyawan swasta bernama Hamzah Nurfalah. Penyidik mengonfirmasi Henry soal dugaan sumber uang milik Hiendra Soenjoto.

“Penyidik mengkonfirmasi terkait dugaan asal usul sumber uang milik tersangka HSO yang sebagian besar berasal dari PT Multirans Logistic Indonesia (anak perusahaan PT Multicon Indrajaya Terminal),” ucap Ali.

Komentar

Loading...