Masyarakat Tagih Janji Pengaspalan Jalan Perkampungan di Gowa

Suasana jalan Perkampungan Ma'lenteng saat warga melakukan aksi protes dengan menanam pohon.

FAJAR.CO.ID, GOWA -- Jalan rusak di Dusun Ma’leteng, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, menyebabkan terhambatnya perputaran perekonomian warga di lokasi itu. Masyarakat setempat pun menagih janji pihak terkait.

Salah seorang tokoh pemuda yang juga aktivis mahasiswa yang berdomisili di lokasi tersebut, Anjas Tamara, mengaku menyayangkan lambatnya perbaikan jalan yang dijanjikan. “Ini jelas menyusahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan. Juga menyusahkan peserta didik menempuh pendidikan,” katanya.

Aspal Licin, Buka Alas Kaki !!! Begitulah slogam yang masyarakat Ma'lenteng bawa keliling kampung, sebagai bentuk protes kepada pemangku kebijakan yang sampai saat ini belum ada perhatian untuk memperbaiki jalan perkampungan.

Jalan berlumpur, kata Anjas, bukan lagi tidak layak untuk dilalui pengendara tetapi untuk berjalan kaki pun amatlah susah. Kata mereka Ini Jalan atau sawah.

“Wahai Pemangku kebijakan sempatkanlah pandanganmu melirik kami. Meski kampung kami terpencil dan jauh dari kota, Tetapi kontribusi Dusun Ma'lenteng begitu besar terhadap supply pangan, SDA yang begitu melimpah terhambat karena infrastruktur jalan perkampungan yang sangat tidak mendukung,” pinta Ketua Umum HMJ Penjaskesrek FIK UNM ini.

Dia membeberkan, sejumlah siswa-siswi yang menempuh pendidikan tak jarang tergelincir dan jatuh ke kolam lumpur yang katanya jalanan.

“Dan sangatlah menyedihkan melihat saudara dan orang tua kami yang hendak memeriksakan diri ke Puskesmas harus ditandu terlebih dahulu,” kritiknya. (rls-sam)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...